Rabu, 29 Oktober 2014

Tagged Under: ,

Tentang Iqbal

Share

Lahir 28 tahun yang lalu pada 14 Juni 1986 dengan nama lengkap Muhamad Iqbal Fajar. Iqbal adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Sejak kecil terkenal karena suka lari-larian tapi kalau jatuh langsung nangis sesengukan. SMP adalah masa dimana Iqbal kecil meninggalkan rumah untuk sekolah di asrama. Hampir tidak kuat di asrama karena selalu teringat Mama di minggu pertama, kini Iqbal malah harus disindir Mama karena tidak pernah pulang ke rumahnya. 

Masa SMA dihabiskan di daerah Cibadak, Sukabumi. Lagi-lagi di sekolah asrama. Cowok semua pula. Untungnya, Al Bayan Boarding School, bukan sekolah biasa. Selain karena lokasinya yang unik (di puncak bukit), Al Bayan membentuk Iqbal menjadi pribadi yang jauh lebih dewasa



UAN adalah saat yang menyeramkan. Tahun itu adalah tahun kedua pemberlakuan nilai batas kelulusan. Artinya, ada kemungkinan 3 tahun sia-sia. Untungnya, Iqbal diterima di Institut Pertanian Bogor jurusan Teknologi Hasil Perikanan melalui SPMB. Bangga? Jelas lah. Katanya kalau masuk IPB lewat SPMB itu manusia luar biasa karena jatahnya yang jauh lebih sedikit dari Universitas lainnya. Sayang, Iqbal ternyata lulus di nomor urutan sebelum buncit. Artinya, nilai kelulusan SPMB sudah mendekati ambang batas sebelum gagal. No urut yang entah bagaimana berbanding lurus dengan nilai kasta IPK di tahun-tahun berikutnya.



Gelar Sarjana Perikanan resmi didapatkan pada tahun 2008. Berbekal rekomendasi Dosen, Iqbal diterima sebagai Consultant and Product Development di Surveyor Indonesia. Project-project awalnya berkutat di dunia Perikanan, Ketertelusuran dan ISO system. Kebiasaan kerja malam pun mulai terbentuk. Selain itu, kenyamanan sebagai pekerja mulai berdampak pada bertambahnya lipatan dan nomor celana



Tahun 2010, Iqbal beralih ke jalur Sales dan Marketing di Megasetia untuk produk Danisco Animal Nutrition. Kesempatan bekerja yang akhirnya memberikan dasar bagi karier professionalnya. Sekaligus menanamkan satu hal, Singapura adalah tempat bekerja, bukan tempat jalan-jalan.


Pada akhirnya passion pada pembelajaran yang kembali membawanya pada dunia Consultant. Bersama KMPlus, Iqbal melanjutkan karier sebagai Professional Consultant di bidang Knowledge Management. Lihat perbedaan ukuran perut dan pipinya :D


Di KMPLus pula akhirnya Iqbal menyelesaikan kuliah Master-nya yang dimulai sejak masih di Surveyor Indonesia.



Kini, Iqbal bekerja di ITTC - Knoco Indonesia sebagai Executice Director dan Senior Consultant.





0 komentar:

Posting Komentar

Pesan Anda

Anda adalah orang-orang terdekat kami, jangan ragu sampaikan pesan dan komentar Anda.

Nama Email * Pesan *